MERAUKE - Di jantung wilayah tapal batas RI-PNG, tepatnya di Sota, Merauke, Provinsi Papua Selatan, perayaan Paskah tahun ini terasa begitu istimewa. Suasana khidmat dan kehangatan menyelimuti momen sakral ini, berkat kehadiran Satuan Tugas (Satgas) Pamtas Statis RI–PNG Yonif 143/TWEJ yang merayakannya bersama masyarakat setempat. Momen ini bukan hanya sekadar perayaan keagamaan, melainkan sebuah simfoni persatuan dan lentera harapan yang bersinar terang di Bumi Cendrawasih.
Ibadah bersama menjadi puncak perayaan, disusul ragam kegiatan yang mengikat erat tali silaturahmi antara prajurit TNI dan warga. Pengalaman ini menjadi lebih dari sekadar tugas pengamanan; ini adalah tentang merajut kebersamaan, merasakan denyut kehidupan lokal, dan membangun jembatan emosional yang kokoh.
Dansatgas Yonif 143/TWEJ, Letkol Inf Setiawan Margo Utomo, S.E., M.M., menekankan esensi kehadiran mereka di perbatasan. "Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan kami dengan masyarakat, agar tercipta hubungan yang harmonis serta memperkuat persatuan di wilayah perbatasan, " ujarnya, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, nilai-nilai Paskah yang hakiki – kasih, pengorbanan, dan harapan baru – selaras dengan fondasi penting dalam membangun kehidupan yang damai, terutama di daerah dengan keragaman latar belakang seperti perbatasan ini.
Tak dapat dipungkiri, sambutan hangat datang dari warga Sota. Kehadiran para prajurit TNI dalam perayaan Paskah memberikan rasa aman yang mendalam, sekaligus menyalakan percikan kebahagiaan tersendiri.
"Kami merasa senang dan tidak sendiri. Kehadiran bapak-bapak TNI membuat suasana Paskah menjadi lebih hangat dan penuh kebersamaan, " ungkap salah satu warga Sota, merasakan langsung dampak positif dari kebersamaan ini.
Harapannya, sinergi antara Satgas dan masyarakat ini akan terus berlanjut, memupuk kondisi wilayah perbatasan yang aman, damai, dan senantiasa menjunjung tinggi nilai toleransi. Semangat Paskah, dengan pesan kasih, persaudaraan, dan kedamaiannya, diharapkan akan terus tumbuh menjadi kekuatan perekat keutuhan bangsa, khususnya di garis depan tanah air. (PERS)
