Satgas Yonif 143/TWEJ Gembleng Mental Anak Perbatasan Lewat Pencak Silat

    Satgas Yonif 143/TWEJ Gembleng Mental Anak Perbatasan Lewat Pencak Silat
    (Foto Dok): Satgas Pamtas Statis RI–PNG Yonif 143/TWEJ terus berkomitmen membina generasi muda di wilayah perbatasan melalui kegiatan pembinaan ketahanan wilayah (Bintahwil) memberikan latihan pencak silat kepada anak-anak Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Senin malam (16/3/2026).

    MERAUKE - Di jantung Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, semangat kebangsaan bergelora melalui gerakan lincah para generasi penerus bangsa. Satgas Pamtas Statis RI–PNG Yonif 143/TWEJ tak henti-hentinya berupaya membentuk karakter kuat bagi anak-anak di garis depan negeri. Inisiatif pembinaan ketahanan wilayah (Bintahwil) kali ini diwujudkan dalam sesi latihan pencak silat yang khidmat, menyasar anggota Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pada Senin malam (16/3/2026).

    Dipimpin langsung oleh Kopda M. Khorudin, seorang pelatih yang berdedikasi, anak-anak ini diajak menyelami setiap jurus dan teknik dasar pencak silat. Sorot mata mereka penuh antusiasme, mengikuti setiap arahan dengan penuh semangat, seolah menyerap bukan hanya gerakan fisik, namun juga filosofi mendalam di balik bela diri tradisional ini. Latihan ini lebih dari sekadar mengasah kemampuan bertarung; ia adalah wadah pembentukan karakter emas bagi para pemuda perbatasan.

    Nilai-nilai luhur seperti kedisiplinan yang tertanam dalam setiap gerakan, rasa tanggung jawab atas setiap pukulan dan tangkisan, serta semangat persaudaraan yang terjalin erat antar sesama peserta, menjadi pondasi utama yang ditanamkan. Pengalaman ini membentuk mereka menjadi pribadi yang tangguh, baik secara fisik maupun mental.

    Kapten Inf Muhammad Zulfikar, Danpos Satgas Yonif 143/TWEJ, menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen TNI dalam melindungi dan membina generasi muda. Ia melihat bahwa penguatan mental dan penanaman nilai-nilai positif adalah kunci utama untuk menjauhkan anak-anak dari pengaruh negatif yang mungkin mengintai di lingkungan perbatasan.

    "Kegiatan ini bertujuan untuk membina generasi muda agar memiliki disiplin, mental yang kuat, serta menanamkan nilai-nilai persaudaraan dan kecintaan terhadap budaya bangsa. Selain melatih kemampuan bela diri, kami juga memberikan motivasi agar anak-anak tetap semangat belajar dan menjauhi hal-hal negatif, " kata Kapten Inf Muhammad Zulfikar.

    Ia menambahkan, pembinaan semacam ini diharapkan dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang tidak hanya sehat jasmani, tetapi juga kokoh mentalnya, berkarakter kuat, dan siap membawa nama baik Indonesia.

    Kehadiran para prajurit TNI dalam setiap sesi latihan disambut hangat oleh masyarakat Sota. Lebih dari sekadar momen kebersamaan, kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan warga, sekaligus membuka ruang positif bagi anak-anak untuk mengeksplorasi dan mengembangkan potensi diri mereka secara optimal. Melalui upaya berkelanjutan ini, Satgas Yonif 143/TWEJ bertekad untuk turut serta mencetak generasi muda Papua yang berkarakter, berdaya saing, dan bangga akan budayanya, membentengi perbatasan Indonesia dengan kekuatan jati diri. (PERS)

    satgaspamtas yonif143twej pencaksilat generasimuda merauke papuaselatan
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Prajurit TNI Ajarkan CALISTUNG di Perbatasan...

    Artikel Berikutnya

    Satgas Yonif 143/TWEJ Jemput Bola Layanan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Menteri PU Gerak Cepat Atasi Banjir Brebes, Fokus Pengerukan Muara Sungai Babakan
    Tinjau Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni, Kapolri Pastikan Pemudik Aman-Selamat Sampai Tujuan
    Kapolri Sebut Jumlah Kecelakaan Selama Lebaran 2026 Turun 7,8 Persen
    Dukung PP TUNAS, Kemenag Perkuat Literasi Digital Siswa dan Santri
    Satgas Cartenz Ungkap Jaringan Pasok Senpi Ilegal ke KKB Papua

    Ikuti Kami